Beberapa Makanan Penambah Darah

No Comments
Penambah Darah - Anemia merupakan gangguan kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa kita bayangkan jika aktivitas padat, meeting, main futsal, berenang, belajar atau aktivitas lainnya, pasti akan sangat terganggu jika kita tidak memiliki tenaga untuk melakukan semua aktivitas tersebut. 
Pada dasarnya, anemia adalah suatu gejala akibat penurunan jumlah kadar hemoglobin dalam darah atau eritrosit. Selain mudah leleh, perubahan posisi dari jongkok ke posisi berdiri, palpitasi, letargi, dan peningkatan resiko onfeksi akan membuat kita pusing. Jika kita sudah mengalami gejala tersebut, maka kita perlu mendapatkan asupan penambah darah sebagai upaya untuk mengatasinya secara cepat dan tepat.
Resiko anemia lebih tinggi pada balita, wanita dengan haid yang lama atau banyak, ibu hamil, manula, dan para peminum minuman keras. Bila anda atau orang terdekat sering terlihat kurang bertenaga, kurang gairah, atau pucat, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah kembali memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsinya. Pemenuhan nutrisi seperti zat besi, vitamin B12 dan folat menjadi fokus utama sebagai upaya penambah darah pada penderita anemia. Umumnya terapi suplemen dalam dosis farmakologis yang berupa vitamin larut air seperti folat dan B12 memerlukan waktu yang lebih singkat selama 2-4 minggu sementara terapi yang berupa mineral seperti zat besi membutuhkan waktu yang lebih panjang selama 6 bulan. Ini sangat penting diperhatikan dalam asupan makanan penambah darah.
penambah darah, makanan penambah darah, nutrisi penambah darah, asupan nutrisi penambah darah, penambah darah merah

Penambah Darah

Peningkatan asupan makanan penambah darah seperti vitamin dan mineral dari makanan setiap hari harus dianjurkan bersama-sama pemberian suplemen. Selain pemberian suplemen, asupan nutrisi pada makanan menjadi perhatian khusus, diantaranya:
  1. Makan makanan yang kaya zat besi, folat dan vitamin B12 seperti hati, kerang-kerangan, sereal yang diperkaya zat besi, udang, ikan, ragi (misalnya tempe) dan sereal utuh.
  2. Makan makanan sumber protein hewani dan nabati dalam jumlah dan proporsi yang seimbang. Kebutuhan protein bukan hanya diperlukan untuk membentuk komponen globin dalam hemoglobin tetapi jug dibutuhkan bagi pembentukan berbagai enzim dalam metabolisme sel, perbaikan jaringan yang aus atau sakit dan pertumbuhan.
  3. Makan sayuran hijau paling tidak sebanyak 3 porsi/hari untuk memenuhi kebuuhan akan zat besi.
  4. Minum sari buah yang kaya akan vitamin C paling tidak satu gelas perhari seperti sari jambu, jeruk atau tomat. Vitamin C diperlukan pada penderita anemia karena berperan untuk meningkatkan ansorpsi zat besi dalam usus.
Demikianlah upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka memperhatikan asupan nutrisi bagi penderita kurang darah, diharapkan dengan mengkonsumsi makanan tersebut menjadi penambah darah bagi penderita anemia.

back to top